Minggu, 30 Oktober 2011

transaksi perbankan

        Dalam tugas kali ini saya akan membahas tentang cara atau proses terjadinya transaksi informasi banking secara manual atau dengan kata lain nasabah langsung mendatangi bank untuk meminta informasi secara langsung tentang transaksi yang terjadi pada rekeningnya.

         Berikut adalah gambar skema atau bagan prosesnya transaksi informasi banking secara manual :

 


Dari bagan di atas kita dapat melihat dengan jelas bagaimana sebuah proses permintaan informasi oleh nasabah kepada pihak bank secara langsung. Berikutnya saya akan menjelaskan secara mendetail tetang gambar skema atau bagan di atas.

1.      Si nasabah yang ingin mengetahui langsung transaksi apasaja yang terjadi pada rekeningnya medatangi langsung bank.
2.      Kemudian si nasabah meminta kepada customer service untuk mengecek transaksi yang terjadi pada rekeningnya.
3.      Selanjutnya customer service memproses permintaan nasabah dan melakukan pengecekan secara komputerisasi dengan cara memasukan nomor rekening si nasabah
4.      Kemudian computer memprosesnya dan akhirnya si nasabah dapat mengetahui transaksi pada rekenignya.

Proses di atas wajib dipatuhi baik oleh pihak nasabah maupun pihak bank karena jika tidak dipatuhi akan terjadi sesuatu yang tidak yang diinginkan yang nantinya akan merugikan kedua belah pihak.

Jumat, 30 September 2011

ORGANISASI

ORGANISASI

Secara sederhana, organisasi bisa diartikan sebagai suatu alat atau wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama
dengan pola tertentu  yang perwujudannya memiliki kekayaan baik fisik maupun non fisik. Sehingga bisa dimungkinkan terjadinya suatu konflik dalam sebuah organisasi yang dikarenakan oleh adanya ketidakselarasan tujuan, perbedaan interpretasi fakta, ketidaksepahaman yang disebabkan oleh ekspektasi perilaku dan sebagainya.

Ø  Pengertian menurut para ahli
1. pengertian organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia)

2. Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota. (Janu Murdiyamoko dan Citra Handayani, Sosiologi untuk SMU Kelas I)

3. Menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

4.Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

5. Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
6. Menurut Matthias Aroef, Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya

7. Menurut Rosenzweig, Organisasi dapat dipandang sebagai :
  • Sistem sosial, yaitu orang-orang dalam kelompok
  • Integrasi atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama
  • Orang-orang yang berorientasi atau berpedoman pada tujuan bersama
8. Menurut Pfiffner dan Sherwood, Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis
9. Menurut Bakke, Organisasi merupakan  sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan

10. Menurut Allen, Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan - hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.

11. Menurut Kochler, Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu

Ø  Pengertian organisasi formal, informal, statis dan dinamis
1.Pengertian Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

2.Pengertian Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

3.Pengertian Organisasi dalam Arti Statis
Organisasi statis adalah gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu usaha untuk mencapai sesuatu tujuan.

4.Pengertian Organisasi dalam Arti Dinamis
Organisasi dinamis adalah setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu badan/organisasi. Atau di singkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir yaitu kegiatan menetapkan susunan organisasi suatu usaha.

Ø  Tujuan dan manfaat organisasi
Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah diatur, disusun, ditetapkan. Semnetara itu, manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur, koordinasi pelaksanaan pekerjaan dapat lebih baik, pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai

Ø  Ciri – ciri organisasi
a.Adanya komponen (atasan dan bawahan)
b.Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
c.Adanya tujuan
d.Adanya sasaran
e.Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
f.Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
g.Organisasi bertambah besar
h.Pengolahan data semakin cepat
i.Penggunaan staf lebih intensif
j.Kecendrungan spesialisasi
k.Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
l.Unsur-unsur organisasi lebih lengkap

Ø  Unsur – unsur organisasi
a.Manusia (Man)
b.Kerjasama
c.Tujuan Bersama
d.Peralatan (Equipment)

e.Lingkungan
f.Kekayaan alam
g.Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi

Ø  Struktur organisasi dan prinsip organisasi
Antara struktur organisasi dengan proses organisasi merupakan satu kesatuan dan berkaitan erat. Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
4 Elemen Struktur organisasi, yaitu:
Empat elemen dalam struktur organisasi yaitu :
1.Adanya spesialisasi kegiatan kerja
2.Adanya standardisasi kegiatan kerja
3.Adanya koordinasi kegiatan kerja
4.Besaran seluruh organisasi

Struktur organisasi (formal) mempunyai 2 muka, yaitu:
1.Model struktur, dalam hal ini kita dapat mempergunakan prinsip-prinsip teori organisasi
2.Dimensi-dimensi dasar struktur, yang akan menetukan kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan yang harus dilakukan dan tingkat spesialisasi yang dapat diberikan.

Tiga model struktur organisasi yang dikenal, yaitu:
1.Model tradisional
2.Model hubungan manusiawi
3.Model sumber daya manusia
Menurut ERNEST DALE, sebuah struktur organisasi harus memuat tentang 5 hal  sebagai berikut:
·         Daftar pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi
·         Membagi jumlah beban kerja dalam tugas-tugas atau biasa disebut pembagian kerja (devision of work)
·         Menggabungkan tugas-tugas dalam keadaan yang logis dan efisien atau departementalisasi (departmentalization)
·         Menetapkan mekanisme untuk koordinasi
·         Memonitor efektivitas struktur organisasi dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan

Ø  Asas atau Prinsip Organisasi

1.Perumusan dan Penentuan Tujuan
Organisasi dibuat berdasar atas tujuan yang hendak dicapai.

2.Pembagian Kerja
Susunan organisasi dijabarkan dengan aspek pembagian kerja.

3.Pendelegasian Wewenang
Susunan dan struktur organisasi diatur sesuai alur pendelegasian wewenang. sehingga ketegasan pertanggungjawaban jelas.

4.Koordinasi
Susunan organisasi diutamakan pada yang paling mungkin dan paling mudah pengkoordinasiannya.

5.Efisiensi Pengawasan
Ditujukan untuk mempermudah pelaksanaan pengawasan yang efisien.

6.Pengawasan Umum
Agar pengawasan secara menyeluruh dapat mudah dilaksanakan
Ø  Teori organisasi
1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)
Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.
a. Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
b. Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.
Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :
- Pembagian kerja (division of work)
- Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
- Disiplin (discipline)
- Kesatuan perintah (unity of command)
- Kesatuan pengarahan (unity of direction)
- Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi
- Balas jasa (remuneration of personnel)
- Sentralisasi (centralization)
- Rantai scalar (scalar chain)
- Aturan (oreder)
- Keadilan (equity)
- Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
- Inisiatif (initiative)
- Semangat korps (spirit de corps)
c. Manajemen Ilmiah
Manajemen ilmiah (scientific management) dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Ada 2 pendapat tentang manajemen ilmiah. Pendapat pertama mengatakan manajemen ilmiah adalah penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Pendapat kedua mengatakan manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.

2. Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)

Teori neoklasik secara sederhana sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendifinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

3. Teori Organisasi Modern
Teori modern disebut juga sebagi analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat pada semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

Ø  Bentuk – bentuk organisasi

1.Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.
Kebaikannya :
a.Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
b.Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
c.Proses pengambilan keputusan cepat.
d.Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
Rasa solidaritas tinggi.
Kelemahannya :
a.Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
b.Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c.Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

2.Organisasi Garis dan Staf
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.
Kebaikannya :
a.Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan perusahaan.
b.Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli.
c.Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi.
d.Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
e.Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
f.Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci.
g.Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Kelemahannya :
a.Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
b.Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
c.Kesatuan komando berkurang.
d.Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.

3.Organisasi Fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikannya :
a.Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.
b.Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan.
c.Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
d.Koordinasi berjalan lancar dan tertib.
Kelemahannya :
a.Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
b.Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
c.Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik.

4.Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.
Kebaikannya :
a.Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
b.Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
c.Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.
Kelemahannya :
a.Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
b.Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
c.Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan.

5.Lini Dan Staf
Staf tugasnya memberi layanan dan nasehat kepada manajer dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Staf didalam melaksanakan fungsinya tidak secara langsung terlibat dalam kegiatan utama perusahaan atau organisasi. Tugas yang dilakukan oleh ini merupakan tugas-tugas pokok dari suatu organisasi atau perusahaan. Dalam pengetatan yang harus dibuat oleh organisasi dalam saat yang kritis ditentukan oleh pilihan terhadap departemen lini atau staff ini tergantung dari situasi yang dihadapi. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner, metode observasi, metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya. Baishline mengajukan enam pokok kualifikasi yang harus dipengaruhi oleh seorang staf yaitu :
1.Pengetahuan yang luas tempat diamana dia bekerja
2.Punya sifat kesetiaan tenaga yang besar, kesehatan yang baik, inisiatif, pertimbangan yang baik dan kepandaian yang ramah.
3.Punya semangat kerja sama yang ramah
4.Kestabilan emosi dan tingkat laku yang sopan.
5.Kesederhanaan
6.Kemauan baik dan optimis
Kualifikasi utama yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Konsekkuensi organisasi yang menggunakan staf yaitu menambah biaya administrasi struktur orgasisasi menjadi komplek dan kekuasaan, tanggung jawab serta akuntabilitas.
Wewenang lini ( Lini Authority )
Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya, wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi.



Minggu, 11 September 2011

mensahabatkan sahabat

ketika mencoba memahami ini " Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran." 

beruntunglah saya yang tidak pernah merasa di tinggalkan sahabat padahal kami kadang berjauhan, jarang sekali bertemu, berkomunikasipun kadang jarang . kami  hectic dengan pekrjaan, tugas dan hidup masing-masing, bahkan sulit sekali menyatukan kami dalam suatu kesempatan .  ketika ada masalah ya diselesaikan bukan ditinggalkan . ini bukan tentang seberapa sering kami datang dan pergi, ini tentang bagaima kualitas di setiap pertemuan dan bagaimana kami memaknai dan menghargai kata sahabat yang diberikan satu sama sama lain . pernah suatu ketika menjadi menjadi pendengar cerita seorang teman, ia berkata " gw kesel aja dia sahabat gw , tapi dia dateng ke gw waktu susah doang" . heemh mungkin perlu memaknai ulang kata "sahabat"  .

sebuah sajak mengatakan sahabat adalah jiwa yang sama dalam raga yang berbeda. Itu kenapa ketika kita bahagia, maka sahabat kita akan ikut bahagia. Ketika kita sedih, sahabat kita ikut sedih dan sama seperti yang kita lakukan, berusaha mencarikan jalan untuk keluar dari kesedihan itu. Ketika sahabat itu pergi, maka ada sesuatu dalam hidupmu yang hilang, seperti tempat bercerita, berbagi tawa, berbagi masalah, atau sekedar berbagi gossip baru di infotainment 

Jika dia datang disaat susah dan lau kita merasa terbebani karena dia datang, bukankah itu berarti kita tidak mensahabatkan sahabat ?
bukankah seharusnya bersahabat maka kita lebih mudah melihat keindahan, kegembiraan dan kekayaan dalam hal-hal yang sederhana. bukankah dengan bersahabat kita juga akan lebih mudah mengalah. Mengalah artinya menjadi pemenang dengan memenangkan orang lain. Sehingga kita bisa bergembira ketika merayakan kemenangan dan kekuatan orang lain. Mungkin tidak ada lagi rasa iri dengki, jika kita bisa mengalah . Bukankah dengan bersahabat harusnya berbagi jalan keluar dalam kesedihan bukan malah tentang meninggalkan dan di tinggalkan .

mencantumkan seseorang sebagai seorang sahabat itu bukan hal yang spele menurut saya . 
Seringkali pula kita ingin menjalin persahabatan dengan orang baru atau orang yang sudah lama kita kenal tetapi tidak terlalu dekat, tetapi sayangnya upaya kita itu tidak mendapatkan respon yang kita harapkan. lamanya bersama bukan berarti kita paham segalanya .
Dalam hal ini, ketika ada  sahabat yang datang mencari jalan keluar, tidak peduli sesering apa dia berkeluh kesah tentang masalahnya, tidak masalah dia tak datang saat kesenangan jatuh dipangkuannya . persahabatan bukan tentang pamrih  yang penting untuk dipegang adalah kita selalu berusaha untuk mensahabatkan diri kepada seorang sahabat , masalah saran kita diterima atau tidak itu bukan masalah kita, sepanjang kita selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang baik. 
Kadang kita lupa, bahwa ketika kita bersama seorang sahabat, sebenarnya kita telah menggunakan waktunya. Maka sebisa mungkin kita selalu bisa menjadikan diri kita hadiah terindah bagi kehidupannya. Mungkin sekedar dengan tutur kata yang baik, canda tawa yang menyenangkan hati, nasehat yang membangun, atau cukup dengan menunjukkan kasih sayang. 

tidak setiap waktu saya mengatakan ini, tapi yang perlu kalian tahu ketika saya mengatakannya saya benar benar memaknainya . jadi ingatlah . I LOVE YOU MY PALS :D

Minggu, 17 April 2011

SEKARATNYA BUDAYA MEMBACA PADA GENERASI MUDA

SEKARATNYA BUDAYA MEMBACA PADA GENERASI MUDA

I.            Pendahuluan.

          Tiap insan manusia di belahan bumi manapun, baik wanita maupun laki – laki, tua ataupun muda pasti sudah tidak asing dengan kalimat “ buku adalah jendela dunia  “ sebuah kalimat yang terdiri dari empat kata, sangat simple namun memiliki makna baik tersirat maupun tersurat sangat mendalam. Secara harfiah kalimat tersebut bermakna bahwa dengan kita membaca buku kita seperti membuka jendela rumah dan melihat diluar rumah terhampar daratan yang luas, lautan yang biru, palung laut yang dalam, gunung yang berbaris bak prajurit, puncak gunung yang menjulang tinggi mencakar langit, hijaunya pohon di hutan luas, dan luasnya alam semesta ini. Jika kita bayangkan makna dari kalimat tersebut kita seperti melanglang buana ke setiap sudut dunia dan luasnya alam semesta ini hanya dengan membaca buku.

          Dalam tugas paper kali ini saya akan mengangkat sebuah pokok permasalahan yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita sehari – hari, sangat klasik dan bahkan tanpa kita sadari kita sendiripun juga ikut terlibat dalam pokok permasalahn ini. Pokok permasalahannya ialah tentang budaya membaca, terutama budaya membaca pada generasi muda di Negara yang tercinta ini, Indonesia. pada kesempatan kali ini saya sangat ingin sekali mengangkat permasalahn budaya membaca pada generasi muda di Indonesia. pasti anda yang membaca tulisan saya ini bertanya Tanya dalam hati kecil kenapa harus budaya membaca pada generasi muda yang harus dipermasalahkan kenapa tidak pada generasi tua saja yana jelas – jelas perlu membutuhkan bacaan agar para generasi tua bisa mempergunakan waktu hidupnya lebih bermanfaat. Alasannya kenapa saya mempersalahkan budaya membaca pada generasi muda ialah karena saya pribadi masi termasuk dalam generasi muda dan alasanya yang terkuat kenapa saya memilih generasi muda karena generasi muda adalah cikal bakal penerus bangsa ini. Nasib bangsa ini esok hari berada di tangan generasi muda saat ini. Jika kita menginginkan nasib bangsa esok hari yang baik maka para generasi muda saat ini harus diperbaiki

II.          Isi.

          Di tengah carut marutnya bangsa ini, ketika pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah Negara, para wakil rakyat hanya memikirkan nasib dirinya sendiri bukannya memikirkan nasib para rakyat dan pemimpin Negara hanya bisa bilang prihatin melihat Negara dan rakyatnya menderita tanpa melakukan sebuah tindakan yang berarti para generasi muda harus di tempa mentalnya agar mereka kuat menghadapi hari esok yang mungkin saja akan lebih kejam dari pada hari ini. Tiap tahun, tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik kehidupan di dunia ini terus berkembang baik perkembangan progresif atau regresif. Jika generasi muda Indonesia tidak memiliki cukup ilmu pengetahuan untuk menghadapi perubahan dunia mereka semua hanya akan menjadi manusia kacangan dan tidak berguna.

          Dari kita kecil sampai dengan dewasa dan tua kita selalu ditemani oles salah satu sumber ilmu pengatahuan yaitu buku. Sebelumnya kita baca dulu kutipan yang saya dapatkan dari salah satu blog yang berisi tentang pengertian dari buku

“ Buku dalam arti luas mencakup semua tulisan dan gambar yang ditulis dan dilukiskan atas segala macam lembaran papyrus, lontar, perkamen dan kertas dengan segala bentuknya: berupa gulungan, di lubangi dan diikat dengan atau dijilid muka belakangnya dengan kulit, kain, karton dan kayu. (Ensiklopedi Indonesia (1980, hlm. 538))

H.G. Andriese dkk menyebutkan buku merupakan “informasi tercetak di atas kertas yang dijilid menjadi satu kesatuan”.

Unesco pada tahun 1964, dalam H.G. Andriese dkk. Memberikan pengertian buku sebagai “Publikasi tercetak, bukan berkala, yang sedikitnya sebanyak 48 halaman”.

Sesuai dengan empat definisi buku di atas, maka buku diartikan sebagai kumpulan kertas tercetak dan terjilid berisi informasi dengan jumlah halaman paling sedikit 48 halaman yang dapat dijadikan salah satu sumber dalam proses belajar dan membelajarkan.

Definisi buku pelajaran atau buku teks pelajaran menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 11 Tahun 2005 :

Buku pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.

Menurut Hartiadi Budi Santoso dari Deloitte Tax Solutions, buku pelajaran umum adalah buku-buku pelajaran pokok dan penunjang yang digunakan oleh TK, SD, SMP, SMU, universitas yang mendukung kurikulum sekolah yang bersangkutan. “
         
Waktu kita masi TK kita belajar membaca dan menghitung dari buku, ketika kita bersekolah dari SD sampai dengan SMA dan berlanjut ke kuliah kita selalu ditemani oleh buku pelajaran bahkan ketika kita hidup dewasa dan berumah tangga kita tetap ditemani oleh buku, kehidupan manusia memang tidak bisa dipisahkan oleh buku entah itu buku pelajaran, biku novel, buku komik dan buku apapun tetapi tetap buku adalah jendela dunia bagi manusia. Kasar kata tanpa perlu kita pergi langsung ke roma dan cukup membaca buku tentang roma kita bisa mengetahui seluk beluk roma dan bahkan kita bisa mebayangkan kota roma. Namun yang patut diperhatikan ialah budaya membaca pada generasi muda yang mulai sekarat. Tapi memang sebuah realita kehidupan jika generasi muda sekarang lebih suka menghabiskan waktu luangnya hanya untuk sekedar bermain dan nongkrong daripada mengisi waktu luangnya dengan membaca buku, saya pribadi pun juga mengakui bahwa saya lebih suka menghabiskan waktu luang saya dengan jalan – jalan hang out dibandingkan dengan membaca buku

         Apa yang terjadi pada generasi muda dan pada diri saya lebih memilih bermain daripada mebaca untuk mengisi waktu luang bukannya tanpa alasan.  Pertama, di sekolah dan di kampus mereka sudah merasa kenyang dengan dengan membaca buku pelajaran yang membuat otak kiri ini bekerja keras untuk mencerna pelajaran dan bacaan dari buku pelajaran. Akibatnya timbul kejenuhan dan akhirnya lebih memilih untuk hang out dibandingkan mebaca buku

         Kedua, mayoritas buku bacaan itu hanya berisi tulisan yang berparagraf paragraph banyak dengan sedikit gambar, hal ini dapat menyebabkan kebosan bagi pembaca karena hanya disuguhi oleh tulisan tulisan yang banyak sehingga ketika pemaca membaca buku baru sebentar langsung timbul kebosanan. Generasi muda saat ini haus akan visual karena generasi muda saat ini sudah bosan dengan buku pelajaran yang berisi tulisan yang membosankan dan menguras otak kiri untuk mencerna bacaan tersebut. Tanpa disadari hausnya generasi muda akan visualisasi itu semua diakibatkan oleh kerja otak manusia itu sendiri.
          Di sekolah dan di kampus kita belajar dari pagi sampai dasar kita menggas poll otak kiri untuk mencerna pelajaran yang memang fungsi utama otak kiri itu ialah untuk berpikir, oleh sebab itu para generasi muda angat bosan dengan bacaan tanpa visual. Disinalh otak kanan kita bekerja ketika kita merasa bosan yang diakibatkan otak kiri bekerja keras. Otak kanan menstimulisasikan diri kita untuk mencerna visualisasi lebih banyak, pada dasarnya otak kanan itu memiliki dominasi yang besar dalam kerjanya otak namun dalm kegiatan sehari – hari para generasi muda lebih banyak emnggunakan otak kiri. Mungkin pernah kita lakukan ketika sedang belajar tiba – tba bosan pasti yang kita lakukan adalah menggambar atau menyanyi. Kegitatan tersebut membeuktikan bahwa otak kanan kita benar – benar membutuhkan asupan visual yang banyak.
    
      Agar lebih memahami betul bagaimana kerja otak manusia dan bagaimana bisa otak membuat manusia merasa malas untuk mebaca buku saya mendapatkan kutipan dari blog yang berisi tentang kerja otak, berikut kutipannya ,

“ Otak adalah organ tubuh yang paling vital dan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Jika manusia diibaratkan sebuah komputer, otak adalah prosesornya. Tapi tanpa disadari, setiap harinya otak bisa mengalami kerusakan dari kebiasaan hidup sehari-hari.

Otak manusia memiliki sedikitnya 1.000.000.000.000 buah sel syarat neuron individual. Tiap neuron itu bisa berinteraksi dengan satu sampai 100.000 neuron lainnya. Berarti sedikitnya dapat terjadi permutasi (membentuk pola-pola berbeda) sebanyak 1.... diikuti 800 angka nol di belakangnya. Dr. Pyotr Anotkhin dari Universitas Moscow bahkan mengklaim 1 dengan 800 nol itu adalah taksiran kasar yang masih terlalu rendah (Tony Buzan, 1974).

Otak dibedakan menjadi:
- Belahan otak kiri
- Belahan otak kanan


Kedua belahan otak yang dimiliki manusia merupakan dua bagian yang tidak terpisah tanpa ada hubungan. Kedua belahan otak tersebut tetap saja memiliki hubungan (koneksi), walaupun setiap belahan otak bentuknya memiliki fungsi yang berbeda satu dengan yang lain. Proses berpikir otak kiri bersifat: logis, linier (searah), rasional, sistematis, dan detail.

Belahan otak kanan memiliki fungsi yang khusus yang berlainan dengan belahan otak kiri. Belahan otak kanan memiliki fungsi: acak, tidak teratur, intuitif, dan menyeluruh.

Apabila otak dibedakan secara horisontal, maka terdapat empat kuadran otak, yaitu A, B, C, dan D. Bagian otak di bagian depan wajah manusia adalah otak cerebral, sementara bagian belakang adalah otak limbic.

Kuadran A; Logis, Analitis, Faktual, Kuantitatif
Kuadran B; Terencana, Terorganisasi, Rincian, Urutan
Kuadran C; Emosi, Interpersonal, Kinestetika, Perasaan
Kuadran D; Holistik, Intuitif, Sintesis, Integratif

Adanya banyak pembagian dalam otak manusia, beberapa kebiaasan dari manusia yang dilakukannya secara tidak disadari selain dapat merusak otak juga dapat menghambat proses komunikasi, yaitu:
1. Tidak sarapan
2. Makan berlebihan
3. Merokok
4. Konsumsi gula berlebih
5. Polusi udara
6. Kurang tidur
7. Menutup kepala saat tidur
8. Tetap bekerja saat sakit
9. Jarang berbicara
10. Jarang menstimulasi pikiran

Dengan adanya kebiasaan yang dilakukan secara rutin tersebut dapat mengakibatkan otak mengalami kerusakan dan mengganggu dalam proses komunikasi antar manusia karena segala pikiran dan kehendak yang akan kita lakukan didasari melalui otak. Jadi, optimalkan lah cara kerja otak kiri dan otak kanan juga jagalah agar kebiasaan buruk bagi otak tidak dilakukan secara terus menerus. Jagalah otak kita bagaimana selayaknya kita menjaga diri kita sendiri. “

Pengalaman saya pribadi mengenai kegiatan membaca buku awalnya saya sangat tidak suka dengan bacaan buku terutama buku novel. Yang menyebabkan saya tidak suka membaca novel ialah pertama, bukunya tebal, terdiri dari ratusan bahkan ribuan halaman yang berisi hanya kata kata dan tanpa gambar. Namun pandangan saya tentang membaca novel itu mebosannkan berubah 180 derajat ketika saya mebaca novel ayat – ayat cinta karangan Habiburrahman El Shirazy . setelah saya membaca novel ayat – ayat cinta saya baru menyadari dan mengetahui betapa mengasyikannya membaca buku novel. Ketika otak kiri saya bekerja mencerna bacaan, otak kanan saya juga ikut mencerna bacaan tersebut dengan membangkitkan daya imajinasi dari bacaan yang saya baca. Akhirnya saya suka membaca buku novel semnjak saya membaca buku novel ayat – ayat cinta kemudian saya berlanjut membaca buku novel karangan dan brown.

Mungkin pemikiran saya hampir sama dengan pemikiran para generasi muda lainnya yaitu mengenai kualitas dari bacaan itu sendiri. Jika bacaan tersebut memiliki kualitas yang jauh untuk dikatakan baik dan tidak dapat mebangkitkan minat membaca maka yang akan timbul dalam diri generasi muda ialah malas untuk mebaca buku tersebut. Hal ini perlu diperhatikan oleh penulis, penerbit dan khayalak luas mengenai kualitas bacaan karena para generasi muda saat ini sangat membutuhkan bacaaan yang berkualitas agar mereka dapat mersa terhibur, senang dan juga dapat melepaskan dhaganya akan haus ilmu yang didapatkan dari membaca buku. Sama seperti makanan, jika tampilannya menarik namun rasnya tidak enak maka orang tidak mau memakannya, sama seperti buku jika hanya memiliki kualitas baik dari tampilannya saja namun kualitas dari isnya buruk maka pembaca juga akan malas untuk mebacanya.

Di era globalisasi saat ini pemikiran para generasi muda sangat mudah untuk meng-underestimate suatu hal, dan dalam hal ini adalah buku. Berawal dari membacaa buku yang memiliki kualitas bacaan yang jauh dari kata baik akhirnya para generasi muda kita ini menilai bahwa seluruh buku bacaan yang ada semuanya berkualitas sama dengan buku yang pertama kali mereka baca, akhirnya para generasi muda kita tidak mau mebaca buku. Biasanya para generasi muda kita pada era globalisasi saat ini akan baru mau membaca buku jika mereka mendapatkan rekomendasi dari pihak luar mengenai kualitas buku yang baik. Oleh karena itu dalam hal ini perlunya perhatian lebih dari penerbit, media massa maupun media elektronik harus berperan aktif dalam memberikan rekomendasi buku yang berkualitas agar para generasi muda kita ini mau membaca buku dan memiliki hasrat yang besar untuk menambah ilmu pengaetahuan dengan membaca buku

Dari kta SD lanjut ke SMA kemudian kuliah bahakan sampai dengan hidup berumah tangga pasti sudah tidak asing dengan tempat mebaca buku yaitu perpustakaan. Dari kita bersekolah lanjut kuliah pasti selalu ada perpustakaan, sebelumnaya kit abaca dulu kutipan yang berisikan tentang pengetian dari perpustakaan, fungsi perpustakaan, dan macam – macam jenis perpustakaan

“  Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual ( Sulistyo, Basuki ; 1991 ).

Ada dua unsur utama dalam perpustakaan, yaitu buku dan ruangan. Namun, di zaman sekarang, koleksi sebuah perpustakaan tidak hanya terbatas berupa buku-buku, tetapi bisa berupa film, slide, atau lainnya, yang dapat diterima di perpustakaan sebagai sumber informasi. Kemudian semua sumber informasi itu diorganisir, disusun teratur, sehingga ketika kita membutuhkan suatu informasi, kita dengan mudah dapat menemukannya.
Dengan memperhatikan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. ( Sugiyanto )
Menurut RUU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Perpustakaan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Tujuan dari perpustakaan sendiri, khususnya perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Wiranto dkk,1997).
Secara umum dapat kami simpulkan bahwa pengertian perustakaan adalah suatu institusi unit kerja yang menyimpan koleksi bahan pustaka secara sistematis dan mengelolanya dengan cara khusus sebagai sumber informasi dan dapat digunakan oleh pemakainya.
Namun, saat ini pengertian tradisional dan paradigma lama mulai tergeser seiring perkembangan berbagai jenis perpustakaan, variasi koleksi dalam berbagai format memungkinkan perpustakaan secara fisik tidak lagi berupa gedung penyimpanan koleksi buku.
Banyak kalangan terfokus untuk memandang perpustakaan sebagai sistem, tidak lagi menggunakan pendekatan fisik. Sebagai sebuah sistem perpustakaan terdiri dari beberapa unit kerja atau bagian yang terintergrasikan melalui sistem yang dipakai untuk pengolahan, penyusunan dan pelayanan koleksi yang mendukung berjalannya fungsi – fungsi perpustakaan.
Perkembangannya menempatkan perpustakaan menjadi sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Dari istilah pustaka, berkembang istilah pustakawan, kepustakaan, ilmu perpustakaan, dan kepustakawanan yang akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Pustakawan : Orang yang bekerja pada lembaga – lembaga perpustakaan atau yang sejenis dan memiliki pendidikan perpustakaan secara formal.
2. Kepustakaan : Bahan – bahan yang menjadi acuan atau bacaaan dalam menghasilkan atau menyusun tulisan baik berupa artikel, karangan, buku, laporan, dan sejenisnya.
3. Ilmu Perpustakaan : Bidang ilmu yang mempelajari dan mengkaji hal – hal yang berkaitan dengan perpustakaan baik dari segi organisasi koleksi, penyebaran dan pelestarian ilmu pengetahuan teknologi dan budaya serta jasa- jasa lainnya kepada masyarakat, hal lain yang berkenaan dengan jasa perpustakaan dan peranan secara lebih luas.
4. Kepustakawanan : Hal – hal yang berkaitan dengan upaya penerapan ilmu perpustakaan dan profesi kepustakawanan.
B. Maksud dan Tujuan Pendirian Perpustakaan
Aktifitas utama dari perpustakaan adalah menghimpun informasi dalam berbagai bentuk atau format untuk pelestarian bahan pustaka dan sumber informasi sumber ilmu pengetahuan lainnya. Maksud pendirian perpustakaan adalah :
Menyediakan sarana atau tempat untuk menghimpun berbagai sumber informasi untuk dikoleksi secara terus menerus, diolah dan diproses.
Sebagai sarana atau wahana untuk melestarikan hasil budaya manusia ( ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya ) melalui aktifitas pemeliharaan dan pengawetan koleksi.
Sebagai agen perubahan ( Agent of changes ) dan agen kebudayaan serta pusat informasi dan sumber belajar mengenai masa lalu, sekarang, dan masa akan datang. Selain itu, juga dapat menjadi pusat penelitian, rekreasi dan aktifitas ilmiah lainnya.
Tujuan pendirian perpustakaan untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat ( Long life education ).

C. Jenis – Jenis Perpustakaan
Jenis – jenis perpustakaan yang ada dan berkembang di Indonesia menurut penyelenggaraan dan tujuannya dibedakan menjadi :
Perpustakaan Digital adalah Perpustakaan yang berbasis teknologi digital atau mendapat bantuan komputer dalam seluruh aktifitas di perpustakaannya secara menyeluruh. Contohnya : Buku atau informasi dalam format electiric book, piringan, pita magnetik, CD atau DVD rom.


Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, selanjutnya disebut Perpustakaan Nasional, adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang berkedudukan di Ibukota Negara.


Perpustakaan Provinsi adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah provinsi serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat.


Perpustakaan Kabupaten/Kota adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah Kabupaten/Kota serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum.


Perpustakaan Umum : Perpustakaan yang ada di bawah lembaga yang mengawasinya. Perpustakaan umum terbagi atas :
Perpustakaan Umum Kecamatan, adalah Perpustakaan yang berada di Kecamatan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.


Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan adalah perpustakaan yang berada di Desa/Kelurahan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di desa/kelurahan masing-masing.
Perpustakaan Khusus : Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi- koleksi tokoh terkenal. Contohnya : Perpustakaan Bung Hatta.


Perpustakaan lembaga Pendidikan : Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA, PT, dan LSM). Contohnya : perpustakaan Universitas. Pada perpustakaan tingkat PT, perpustakaan dapat dibagi kembali menjadi dua, yaitu : perpustakaan pusat dan perpustakaan tingkat fakultas.
Perpustakaan Lembaga Keagamaan : Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga keagamaan. Contohnya : Perpustakaan Masjid, perpustakaan Gereja, dll
Perpustakaan Pribadi : Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi sendiri dan dipergunakan dalam ruang lingkup yang kecil. Contohnya : Perpustakaan keluarga.
D. Peranan, Tugas, dan Fungsi Perpustakaan

Peranan Perpustakaan
Setiap perpustakaan dapat mempertahankan eksistensinya apabila dapat menjalankan peranannya. Secara umum peran – peran yang dapat dilakukan adalah :
Ø  Menjadi media antara pemakai dengan koleksi sebagai sumber informasi pengetahuan.
Ø  Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta pembangkit kesadaran pentingnya belajar sepanjang hayat.
Ø  Mengembangkan komunikasi antara pemakai dan atau dengan penyelenggara sehingga tercipta kolaborasi, sharing pengetahuan maupun komunikasi ilmiah lainnya.
Ø  Motivator, mediator dan fasilitator bagi pemakai dalam usaha mencari,
Ø  memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman.
Ø  Berperan sebagai agen perubah, pembangunan dan kebudayaan manusia.
Tugas Perpustakaan
Setiap perpustakaan memiliki kewajiban yang sudah ditentukan dan direncanakan untuk dilaksanakan. Tugas setiap jenis perpustakaan berbeda – beda sesuai dengan kewajiban yang ditetapkan.
Fungsi Perpustakaan
Pada umumnya perpustakaan memiliki fungsi yaitu :
Fungsi penyimpanan, bertugas menyimpan koleksi (informasi) karena tidak mungkin semua koleksi dapat dijangkau oleh perpustakaan.
Fungsi informasi, perpustakaan berfungsi menyediakan berbagai informasi untuk masyarakat.
Fungsi pendidikan, perpustakaan menjadi tempat dan menyediakan sarana untuk belajar baik dilingkungan formal maupun non formal.
Fungsi rekreasi, masyarakat dapat menikmati rekreasi kultural dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti : Novel, cerita rakyat, puisi, dan sebagainya.
Fungsi kultural, Perpustakaan berfungsi untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat melalui berbagai aktifitas, seperti : pameran, pertunjukkan, bedah buku, mendongeng, seminar, dan sebagainya.
Hal-hal yang Menghambat Fungsi Perpustakaan Sekolah

Perjalanan perpustakaan sekolah tidaklah semulus yang diharapkan. Ada beberapa hal yang sering menghambat fungsi perpustakaan sekolah. Pertama, terbatasnya ruang perpustakaan di samping letaknya yang kurang strategis. Banyak perpustakaan yang hanya menempati ruang sempit, dengan tanpa memperhatikan kesehatan dan kenyamanan. Kesadaran dari pihak sekolah sebagai penyelenggara sangatlah kurang. Perpustakaan hanyalah untuk menyimpan koleksi bahan pustaka saja. Pengunjung tidak merasa nyaman membaca buku di perpustakaan, sehingga perpustakaan dipandang sebagai tempat yang kurang bermanfaat. Dengan melihat keadaan di atas sepertinya pihak sekolah kurang menyadari tentang pentingnya perpustakaan. Keberadaan perpustakaan hanyalah untuk pelengkap saja.
Kedua, keterbatasan bahan pustaka, baik dalam hal jumlah, variasi maupun kualitasnya. Keberadaan bahan-bahan pustaka yang bermutu dan bervariasi sangatlah penting. Dengan banyaknya variasi bahan pustaka, anak akan semakin senang berada di perpustakaan, kegemaran membaca dapat tumbuh dengan subur sehingga kemampuan bahasa siswa dapat berkembang baik dan dapat membantu anak dalam memahami pelajaran-pelajaran lainnya. Mengingat kemampuan bahasa merupakan kemampuan dasar yang sangat berpengaruh dalam belajar. Begitu juga jika bahan pustakanya bermutu, maka anak akan banyak memperoleh pengetahuan yang berguna dalam hidupnya. Namun, untuk mengadakan bahan pustaka yang banyak dan bervariasi dibutuhkan dana yang sangat besar, mengingat harga bahan pustaka biasanya mahal, lebih-lebih jika bahan pustaka tersebut bermutu. Namun, dari pihak sekolah sendiri sering kurang berusaha untuk menambah koleksi bahan pustaka, dengan alasan utama adalah mahalnya harga bahan pustaka. Padahal, anggaran untuk belanja bahan pustaka setiap tahunnya selalu ada, namun jumlah bahan pustaka tidak pernah bertambah.
Ketiga, terbatasnya jumlah petugas perpustakaan (pustakawan). Banyak perpustakaan sekolah yang tidak ada petugasnya, atau hanya tugas sambilan. Maksudnya, mereka bukan petugas yang hanya mengurus perpustakaan saja, sehingga sering tugas di perpustakaan jadi dikesampingkan dan perpustakaan dianggap kurang bermanfaat. Lebih-lebih bertugas di perpustakaan adalah pekerjaan yang sangat menjenuhkan, baik dalam hal pelayanan pengunjung maupun perawatan bahan pustaka yang ada, sehingga dibutuhkan suatu kesabaran yang tinggi.
Keempat, kurangnya promosi penggunaan perpustakaan menyebabkan tidak banyak siswa yang mau memanfaatkan jasa layanan perpustakaan. Anak kurang tahu tentang kegunaan perpustakaan, begitu juga dengan bahan pustakanya. Dia membutuhkan dorongan dan ajakan untuk berkunjung ke perpustakaan.
Aktivitas Pokok Perpustakaan
Untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya perpustakaan menjalankan aktifitas – aktifitas pokok meliputi : pengembangan, pengolahan, dan pelayanan koleksi.
Perkembangan Disiplin Ilmu Perpustakaan
Cara melihat sesuatu sebagai disiplin ilmu (Scwab,. 1990;7)
Subyek kajian
aplikasi dan kapasitas
metode
hasil akhir
Ilmu perpustakaan dan informasi menurut Syhabuddin Qolyabu (2003; 63) diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan mengkaji rekaman informasi, struktur, dinamika dan transferan informasi, cara memperoleh, mencatat, menyimpan dan menemukankembali untuk didayagunakan dan didistribusikan.

Ilmu perpustakaan dapat dikatakan sebagai disiplin dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu produk, proses dan masyarakat (Daoed Joesoef 1987). Disiplin ilmu menurut Thomson sebagai body of knowledge, sekelompok konsep yang diajarkan bersama.
Perpustakaan dipandang sebagai ilmu dari tiga aspek yaitu :
1. Ontologis, ilmu perpustakaan dapat dikaji dari definisi dan obyek yang menjadi kajiannya.
2. Epistemologis, bahwa ilmu perpustakaan memiliki kerangka pemikiran logis dan konsisten dengan argumen yang tersusun sebelumnya, menjabarkan hipotesisi sebagai deduksi kerangka pemikirannya, dan melakukan falsifikasi dan verifikasi atas hipotesisi dan mengujinya secara faktual.
3. Aksiologis, bahwa terbukti ilmu perpustakaan telah membawa kemaslahatan bagi umat manusia.
Dengan demikian ilmu perpustakaan dapat berdiri sebagai disiplin ilmu tersendiri. Saat ini perkembangannya terpengaruhi oleh banyak bidang ilmu namun syarat-syarat diatas bisa terpenuhi. “
          Dari kutipan diatas kita sama – sama mebaca fungsi dari perpustakaan, namun dalam kehidupan realita saat ini fungsi tesebut hanya sebuah kacangan. Meskipun perpustakaan tidak terpisahkan dari kehidupan kita namun perpustakaan hanya menjadi tempat yang berisi tumpukan buku dan tanpa pembaca disana.
          Pengalamn saya dari SD, SMP dan SMA perpustakaan hanya seperti formalitas dan pelengkap dari sekolahnn. Ketika sya SD perpustakaan di SD saya beruangan relative kecil dengan koleksi buku yang sudah ketinggalan zaman, maklum SD saya terletak di daerah jauhb dari pembangunan pendidikan yang pesat. Ketika saya kelas 3 SD, perpustakaan saya diperbaiki, koleksi bukunya diperbaharui yang say tau waktu itu SD sya mendapatkan bantuan dari bupati tangerang untuk merenovasi gedugn sekolahan termasuk ruang perpustakaan. Setelah perpustakaan SD saya baru mulai dari murid kelas 1 sampai dengan kelas 6 mondar  - mandir ke perpustakaan untuk eminjam buku atau sekedar membaca buku diperpustakaan namun itu semua seperti buah yang musiman, ketika musimnya habis maka habis buah tersebut. Seiring jalannnya waktu perpustakaan SD saya mulai sepi dari murid – murid. Hingga saya lulus dari SD yang say ketahui perpustakaannya menjadi terbengkalai
          Lanjut ketika saya SMP. Ketika saya SMP perpustakaannya lumayan luas dn lapang. Koleksi bukunya banyak, dari zaman – ke zaman ada. Ingin mencari novel siti nurbaya ada, mau cari novel ada apa dengan cinta juga ada. Mau cari peta Negara Indonesia yang masi memiliki provinsi 27 juga ada. Bia dikatakan pepustakaan SMP saya sangat lengkap. Namun sayanganya fungsi utama dari peprpustakaan sangat tidak ada yang ada fungsi perpustakaan di SMP saya hanya menjadi tempat tiduran ketika jam isitirahat. Saya sendiri pun juga jarang ke perpustakaan palingan baru keperpustakaan jka mencari tugas. Namun perpustakaan di SMP saya masi bernasib baik karena masi tetap terawat meskipun jarang murid yang berkunjung karena perpustakaan di SMP saya  memiliki petugas penjaga yang tiap harinya membersihkan dan merapikan koleksi buku.
          Ketika saya SMA perpustakaannya berfungsi hampir sama seperti dengan perpustakaan saya waktu SMP. Selain sebagai tempat  murid – murid tiduran ketika jam istirahat, perpustkaan di SMA say juga berfungsi sebagai tempat pacaran, ngegosip, cabut pelajaran dan tempat bersembunyi bbagi anak -  anak yang menghindar dari razia para guru. Dan sekrang sya brkuliah, dikampus saya juga terdapat perpustakaan namun hingga detik ini saya belum nmenapakan kaki saya ke perpustakaan. Entah kenapa peprpustakaan itu hanya dianggap seperti tempay yang tidak jauh berbeda dngen tempat biasa bahkan pengalam saya ketika berkunjung ke ke perpustakaan nasional yang terletak di jalan medan merdeka. Sungguh ironi sekali ketika saya berkunjung ke peprpustakaan nasional, dengan gedung yang luas, koleksi buku yang lengkap namun pengunjungnya sedikit bahkan jumlah pegawai yang bekerja di perpustkaan nasional lebih banyak dibandignkan orang yang berkunjung.
          Para generasi muda saat ini benar – benar terbuai dalm kemajuan di segala bidang mulai dari bidang teknologi, kendaraan dan alat komunikasi. Buku sebagi salah satu sumber ilmu pengetahuan harus tetap menjaga eksistensinya sebagi sumber pengetahuan bagi para generasi muda, mulai dari peningkatan kulaitas bacaan. Dan salah satu upaya untuk menyeimbangi majunya teknolgi maka perlu ada perkembangan dalam buku yaitu yang sudah tidak asing lagi di telinga kita dalah e – book  berikut adalah kutipa tentang ebook yang saya dapatkan dari blog
“ Menurut wikipedia : e-book (singkatan  dari electronic book, atau EBook) dikenal sebagai buku digital, merupakan e- teks  yang berbentuk media  digital  dan kadang-kadang dilindungi dengan hak cipta digital. Adapun bentuknya bisa berbentuk file pdf, word, html, txt dll. Tetapi yang terkenal biasanya e-book berbentuk file pdf yang dapat dibaca dengan program sepertiacrobat reader yang dapat di download sebelumnya secara gratis.

Sebuah E-book, sebagaimana didefinisikan oleh Oxford Kamus bahasa Inggris, adalah “versi elektronik dari buku cetak yang dapat dibaca pada komputer pribadi atau perangkat genggam yang dirancang khusus untuk tujuan ini”. E-book didedikasikan bagi mereka  para  pembaca media elektronik atau perangkat e-book baik melalui komputer atau bisa juga melalui ponsel yang dapat digunakan untuk membaca buku elekronik ini.
Dengan hadirnya ebook ini para pembaca dimudahkan untuk tidak menyimpan buku-buku favoritnya dalam bentuk fisik (buku konvensional) dan juga memudahkan bagi para penulis dalam menyebarkan tulisan-tulisannya, karena melalui ebook ini seseorang tidak perlu datang ke penerbit hanya sekedar menginginkan tulisannya dapat diterbitkan. Apabila seorang penulis ingin menjual atau mempublikasikan tulisan-nya dengan adanya e-book ini merupakan salah satu jalan pintasnya dan ini berlaku juga bagi para pembaca atau pencari ilmu di internet.
Bentuk file e-book yang  paling popular biasanya dibuat dalam bentuk .pdf dimana pembuatannya menggunakan program seperti  Pdf955 , PrimoPDF, PDFCreator ,CutePDF Writer, OpenOffice dll, yang mana yang lebih user friendly?! itu tergantung pada Anda sendiri tentunya dengan memperhitungkan kebutuhan fitur-fitur yang akan digunakan. Kelebihan file .pdf ini menurut saya pribadi ukurannya filenya kecil bahkan dapat dioptimasikan untuk image-image yang di-embed di dalamnya, nyaman dibaca/diprint, dan yang paling penting ada fasilitas setting menggunakan kode sandi baik dalam pembacaan, editing, ataupun untuk dicetak. “

Zaman boleh terus maju, segala sesuatunya boleh berkembang namun buku harus tetap harus menjadi sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan krena dari bukulah budaya membaca itu berkembang.

III.      Kesimpulan

Seiring jalannya waktu segala sesuatunya terus mengalami perkembangan namun budaya membaca pada generasi muda kita harus tetap bertahan dan juga terus berkembang dari generasi ke generasi bukan tanpa alasan di era globalisasi ini para generasi muda kita dituntut memilik ilmu pengetahuan yang luas dan untuk mendaptkan ilmu tersebut bisa dengan cara membaca buku. Agar para generasi muda kita tetap mau membaca buku perlu ditingkatkannya kualitas dari bacaan tersebut dan juag perlunya peran aktif seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, media massa untuk menggalangkan budaya membaca adalah budaya luhur bangsa Indonesia. nasib bangsa kita esok hari berada di tangan generasi muda kita saat ini. Jika kita ingin nasib bangsa kita esok hari baik maka perbaikilah para generasi muda saat ini.


Sumber :